Bukan Mustahil Menaklukkan Keangkeran Rajamangala

Airsport.asia – Stadion Rajamangala adalah tempat angker bagi lawan-lawan Timnas Thailand, tak terkecuali Timnas Indonesia. Stadion yang terletak di Kota Bangkok itu selalu jadi kuburan bagi Tim Garuda.

Di ajang Piala AFF, pertama kali Timnas Indonesia melawan Thailand di Stadion Rajamangala terjadi di laga final Piala AFF 2000. Laga itu berakhir mengenaskan bagi Timnas Indonesia.

Kala itu, Thailand menang 4-1 atas Timnas Indonesia. Rajamangala kembali membuktikan keangkerannya kepada Timnas Indonesia pada semifinal Piala AFF 2008, saat Thailand menang 2-1.

Kekalahan terakhir Timnas Indonesia di Stadion Rajamangala terjadi pada laga leg kedua final Piala AFF 2016. Di leg pertama, Boaz Solossa dan kawan-kawan menang 2-1 di Pakansari, sayang di leg kedua Timnas Indonesia menyerah 0-2 dari The War Elephants.

Kali ini, Timnas Indonesia kembali menyambangi Rajamangala di penyisihan Grup B Piala AFF 2018. Thailand jelas lebih diunggulkan dalam pertemuan ini.

Rajamangala adalah stadion yang dibangun pada tahun 1998 menyambut pembukaan Asian Games ke-13 di Bangkok. Rajamangala merupakan arena olahraga terbesar yang berada di Thailand.

Kini, Stadion Rajamangala berkapasitas hampir 50 ribu penonton. Setiap Timnas Thailand bermain di sana, bisa dipastikan tribun terisi penuh suporter tuan rumah.

Jadi, bukan hanya pasukan Milovan Rajevac yang harus dikalahkan Stefano Lilipaly dan kawan-kawan, teror suporter tuan rumah yang terkenal fanatik juga mesti mereka taklukkan. Belum lagi kemacetan jalanan menuju Stadion Rajamangala yang cukup membuat frustrasi.

Tidak ada yang tidak mungkin dalam sepak bola. Meski sulit, menaklukkan Rajamangala bukan misi mustahil bagi tim arahan Bima Sakti.

Namun, dengan cara bermain yang diperlihatkan Timnas Indonesia saat melawan Singapura dan Timor Leste di dua laga awal Piala AFF 2018, tentu keraguan menyelimuti pendukung Merah Putih.

Bima Sakti perlu racikan lebih segar yang tidak bisa diredam para pemain Timnas Thailand. Mentalitas bukan satu-satunya masalah Hansamu Yama Pranata dan kawan-kawan sejauh ini.

Menemukan solusi di lapangan ketika serangan buntu atau strategi terbaca lawan menjadi pekerjaan rumah skuat Timnas Indonesia. Bekerja keras dan tampil maksimal tentu sudah jadi kewajiban para pemain Tim Garuda.

Tidak dipanggilnya sederet pemain bintang Thailand untuk Piala AFF 2018 mungkin juga bisa dimanfaatkan Timnas Indonesia. Kemenangan atas Thailand akan menghapus rekor buruk sekaligus menyambung asa untuk lolos ke semifinal Piala AFF 2018. Mampukah Timnas Indonesia?