Pembantaian Madrid 2-6 Jadi Laga El Clasico Paling Berkesan untuk Puyol

  • airsport
  • March 2, 2019
  • Comments Off on Pembantaian Madrid 2-6 Jadi Laga El Clasico Paling Berkesan untuk Puyol

Airsport.asia – Legenda Barcelona Carles Puyol mengaku laga El Clasico yang paling membekas di benaknya adalah laga edisi ke-158, di mana timnya menghajar Real Madrid dengan skor 2-6.

Duel klasik El Clasico di pentas La Liga sudah tersaji sebanyak 177 kali sejak pertama kali dihelat pada Februari 1929 silam. Puyol pun sudah beberapa kali ikut serta di dalamnya.

Salah satunya pada edisi ke-158, yang dihelat pada 2 Mei 2009 silam. Pertandingan itu dihelat di markas Madrid, Santiago Bernabeu.

Di babak pertama Barca sudah unggul 1-3. Pada akhirnya setelah babak kedua berakhir, Blaugrana bisa menambahkan tiga gol lagi, sementara Los Blancos hanya bisa menambah satu.
Gol Madrid kala itu diciptakan oleh Gonzalo Higuain dan Sergio Ramos. Sementara gol-gol Barca dicetak Thierry Henry (brace), Puyol, Lionel Messi (brace), dan Gerard Pique.

Puyol mengaku laga itu adalah laga Clasico yang paling membekas di ingatannya. Sebab selain menang besar, ia juga ikut mencatatkan namanya di papan skor.

“Yang terbaik bagi saya adalah ketika kami menang 6-2 di Bernabéu. Saya juga mencetak gol dan saya tidak mendapatkan banyak gol, sehingga itu adalah hari yang tak akan pernah saya lupakan,” tuturnya seperti dilansir Goal International.
Sebelumnya eks pemain Real Madrid Steve McManaman mengaku sangat takjub dengan El Clasico. Bahkan pengalaman bermain di laga itu sangat mengesankan baginya, khususnya di laga di mana Luis Figo balik ke Camp Nou untuk pertama kalinya usai meninggalkan Barca demi pindah ke Madrid.

“Saya ingat banyak banyak laga Clasico karena berbagai alasan. Saya ingat ketika [mantan bintang Barcelona] Luis Figo kembali ke Camp Nou,” kenangnya pada Clear Men, seperti dilansir Goal International.

“Itu adalah momen yang luar biasa karena ketika saya bermain di Inggris kami tidak memiliki pertandingan sepakbola seperti ini. Liverpool vs Manchester United besar, tetapi tiba-tiba Real Madrid vs Barcelona sangat besar,” terang McManaman.