Pochettino: Tottenham Mesti Ubah Titelku dari Manajer ke Pelatih

Airsport.asia – Mauricio Pochettino bingung dengan posisinya di Tottenham Hotspur. Statusnya adalah manajer, tapi ia tak punya kendali apa-apa soal transfer dan pemain.

Manajer seperti diketahui punya kontrol lebih besar ketimbang jabatan pelatih kepala. Ia tak cuma mengatur taktik atau menangani latihan tim, namun juga mengurusi kontrak dan jual-beli pemain.

Di Inggris, peran manajer ini sudah sangat jamak diberikan oleh klub. Sementara di liga-liga lainnya seperti Italia, Jerman, atau Spanyol, tugas perekrutan dan urusan kontrak biasanya ditangani direktur keolahragaan yang menyokong pelatih kepala.

Direktur keolahragaan inilah yang mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan pelatih akan pemain.

Tapi Pochettino tak merasakan manfaat dari posisinya sebagai manajer di Tottenham. Ia tak tahu-menahu urusan transfer dan kontrak para pemainnya, karena urusan itu ditangani oleh chairman Daniel Levy.

Bahkan terkait pembelian Tanguy Ndombele musim panas ini, di mana Tottenham memecahkan rekor klub lewat transfer senilai 55 juta pound sterling, Pochettino tak mengetahui apapun. Hal itu diungkapkannya ketika di jumpa pers jelang laga kontra Juventus di International Champions Cup 2019 di Singapura.
Pochettino merasa Tottenham perlu mengubah titel pekerjaannya.

“Saya tak memegang kendali dan saya tak tahu apapun soal situasi para pemain saya. Saya cuma melatih mereka dan mencoba mendapatkan yang terbaik dari mereka,” kata Pochettino seperti dikutip Sky Sports.

“Menjual, membeli pemain, meneken kontrak, tidak meneken kontrak, saya rasa itu tidak ada dalam kendali saya. Itu ada di tangan klub dan Daniel Levy.”

“Klub perlu mengubah titel dan deskripsi saya. Tentu saja saya adalah bos yang menentukan strategi permainan, tapi di area lainnya saya tak tahu. Sekarang ini, saya merasa saya (sekadar) pelatih,” imbuhnya.