Roberto Carlos, Bek Mungil Pemilik Tendangan Geledek

Airsport.asia – Pecinta sepak bola pasti tidak asing dengan nama Roberto Carlos. Sosoknya mudah dikenal sebab dia memiliki tendangan kaki kiri yang sangat ikonik.

Momen paling diingat terjadi pada 1997 silam ketika Timnas Brasil menghadapi Prancis. Di laga itu, Carlos melepaskan tendangan bebas dari jarak 32 meter. Bola disepak dengan kaki kiri bagian luar. Si kulit bundar kemudian melesat dengan cepat melewati pagar betis.

Bola seolah-olah ingin keluar dari sasaran. Namun secara mengejutkan, arahnya berbelok ke dalam gawang sehingga kiper Prancis, Fabian Barthez hanya bisa terpaku di tempatnya.

Oleh kebanyakan orang, skill tersebut dijuluki ‘tendangan geledek’. Hingga kini tak banyak pemain yang bisa meniru aksi ciamik Roberto Carlos.

“Saya tak tahu bagaimana bisa mencetak gol itu. Saya hanya menendangnya dan bola masuk ke gawang,” kata Carlos dilansir The Sun pada 2017 lalu.

Tak hanya sekali, jurus tendangan geledek juga pernah dilakukan Carlos saat berseragam Real Madrid. Karena prestasinya, Carlos dianggap sebagai salah satu legendaris di Estadio Santiago Bernabeu.

Pada masanya, bek mungil berpostur 168cm itu jadi salah satu pemain paling berpengaruh selain Fernando Hierro, Zinedine Zidane, David Beckham, Ronaldo, dan Raul Gonzalez. Pernah satu ketika, Carlos serta beberapa pemain mempengaruhi manajemen klub hingga akhirnya memecat dua pelatih ternama yaitu Jose Antonio Camacho dan Vanderlei Luxemburgo.

“Camacho datang ke ruang ganti menyapa semua orang dengan tampang yang tidak ramah. Dia berkata, semua pemain harus ada di sini (ruang ganti) besok pagi pukul 7. Kami kemudian bilang biasanya berlatih pukul 10.30. Kami berbicara dengannya untuk mengubah waktu. Kami punya kebiasaan. Camacho akhirnya hanya bertahan 10 hari,” ucap Carlos.

“Hal yang sama terjadi pada Luxemburgo karena dia melarang kami meminum anggur dan bir sebelum makan malam. Ronaldo dan saya mengatakan kepadanya, orang-orang di sini memiliki kebiasaan. Jangan coba mengubahnya atau Anda akan punya masalah’. Dia pun hanya bertahan tiga bulan,” tuturnya.

Kini Carlos sudah pensiun sebagai pemain. Setelah Real Madrid, dia sempat memperkuat Fenerbahce, Corinthians, Anzhi Makhachkala, serta Delhi Dynamos.