Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez, Korban Manajemen Bobrok Manchester United?

Airsport.asia – Manchester United dituding tidak becus mengelola pemain-pemain terbaik mereka. Pimpinan MU mungkin merupakan penyebab utama keterpurukan tim dalam beberapa tahun terakhir.

Pasca era Sir Alex Ferguson, MU mencoba membangun kembali kejayaan klub. Beberapa pelatih hebat didatangkan, juga pemain-pemain mahal berkualitas. Nahasnya, hampir semuanya layak dianggap gagal.

Sebut saja Paul Pogba, yang dikabarkan ingin meninggalkan klub. Lalu Romelu Lukaku yang sudah pergi dan Alexis Sanchez yang mendekati pintu keluar. Hampir tidak ada pembelian besar MU yang sukses.

Kesalahan Manajemen

Pandangan di atas disampaikan oleh analis ESPN FC, Craig Burley. Menurutnya, bos-bos MU tidak tahu cara membahagiakan pemain-pemain terbaik mereka. Rentetan hasil buruk juga membuat pemain semakin tertekan.

“Bukti kesalahan manajemen di tempat tertinggi. Ada Paul Pogba, pembelian terbesar setelah era Alex Ferguson. Pogba jelas ingin pergi suatu saat nanti terlepas dari apa yang dia katakan,” kata Burley.

“Lukaku, mereka punya uang, tapi jelas Lukaku tidak bahagia. Dia merupakan pembelian mahal lainnya yang ingin dilepas MU.”

“Lalu, flop paling besar di antara semuanya – khususnya karena gaji besarnya – adalah Alexis Sanchez,” imbuhnya.

Memengaruhi Performa

Masalah manajemen pemain-pemain hebat itu lantas membawa pengaruh buruk pada performa tim di atas lapangan. Mau tak mau, pemain-pemain yang lain pasti terpengaruh dengan aura negatif pemain-pemain terkait.

“Ini adalah kesalahan manajemen, dari transfer buruk ke transfer buruk lainnya, dan masalah yang kita lihat di lapangan terjadi karena itu,” sambung Burley.

Singkatnya, Manchester United membeli pemain mahal, gagal memaksimalkannya, lalu menjualnya kembali. Siklus ini sudah berjalan bertahun-tahun, sejak kasus Angel Di Maria dan kini Alexis Sanchez.