Tampil Konsistensi, Syarat Milan Bisa Bersaing di Liga Champions

Airsport.asiaAC Milan sudah lima musim beruntun tidak pernah lagi menikmati sengitnya persaingan di Liga Champions. Masa kelam itu kini berpotensi berakhir. Syaratnya, I Rossoneri harus mampu tampil lebih konsisten. Terakhir kali Milan mengikuti kompetisi tertinggi Benua Biru tersebut pada 2013/2014. Itu juga hanya sampai 16 besar.

Setelah itu mereka hanya jadi penonton. Terus terlemparnya Fabio Borini dkk dari jajaran atas menjadi penyebab utamanya.
Pada akhir 2013/2014, Milan hanya finish di posisi delapan. Berikutnya tim yang kini diasuh Gennaro Gattuso itu terdampar di urutan 10. Kemudian di edisi 2015/2016 berakhir dibaris ketujuh dan menempati grid keenam selama dua musim belakangan.

Kini Milan berpeluang mewakili Italia di Liga Champions musim depan. Sukses mengalahkan Fiorentina 1-0 membuat klub yang berdiri pada 13 Desember 1899 itu naik ke posisi lima dengan 62 poin. Itu berkat gol hasil tandukan Hakan Calhanoglu pada menit ke-35 di Stadio Artemio Franchi, Minggu (12/5).

Mengingat mulai musim 2018/2019 Italia sudah bisa mengirimkan empat wakilnya lagi ke Liga Champions, kans Milan untuk menemani Juventus dan Napoli yang sudah lolos lebih dahulu sangat terbuka. Apalagi, sekarang tidak ada lagi system playoff bagi wakil lima kompetisi besar Eropa.

Walau nantinya hanya bisa mengunci posisi empat, Milan tetap langsung masuk penyisihan grup Liga Champions. Tapi, agar itu terwujud, mereka harus memenangi dua laga terakhir kontra Frosinone, Minggu (19/5) dan SPAL, Minggu (26/5). Tentunya sambil berharap, Inter atau Atalanta terpeleset. Rupanya hal ini yang menjadi perhatian Gatusso. Meski mengakui pencapaian Milan musim sudah melebih harapan, dia melihat penampilan para pemainnya masih belum konsisten.

Terbukti, pasukannya sempat beberapa kali gagal meraih poin penuh. “Ini adalah tim yang memiliki kelebihan dan juga kelemahan. Kami membuang banyak kesempatan untuk bisa dekat dengan jajaran empat besar. Kami harus lebih matang. Kami juga masih punya banyak pemain muda yang kerap kehilangan kepercayaan diri disaat penting,” ucap Gatusso, dilansir skysport.

Gatusso menilai sekalipun timnya bisa meraih dua kemenangan beruntun di Seri A, bukan berarti semua permasalahan sudah teratasi. Menurutnya Milan masih harus bekerja lebih keras lagi agar dapat tampil stabil. Faktanya, selama dua bulan terakhir, Milan punya kecenderungan terpeleset setelah mencatat hasil positif. Dengan kata lain, ada potensi armadanya gagal merengkuh tiga poin saat melawan Frosinone atau SPAL.

“Saya merasa tim ini sudah memberi yang terbaik. Hanya saja, kami terkadang tidak bisa bangkit setelah mengalami momen negatif. Misalnya Krzysztof Piatek. Dia tidak perlu khawatir dengan produktivitasnya saat ini. Sebab, dia mulai musim dengan cukup baik,” jelas Gatusso.

Sementara bagi tuan rumah, kekalahan ini memperparah keterpurukan yang sedang dialami. Fiorentina kini belum pernah menang selama 14 pertandingan terbarunya disemua kompetisi. La Viola bahkan sudah menelan lima kekalahan beruntun di berbagai ajang. Imbasnya Fiorentina anjlok ke posisi 13. Kabar baiknya tim asuhan Vincenzo Montella itu masih unggul delapan poin dari zona merah.

Meski demikian, ini tetap dianggap sebagai salah satu musim terburuk yang dialami Federico Chiesa dkk. “Kami tidak punya kekuatan mental untuk terus tampil konsisten selama 90 menit. Khususnya dalam pertandingan menegangkan seperti ini. Tim ini seperti ketakutan. Seakan hanya menunggu lawan untuk mencetak gol. Kami kehilangan kepercayaan diri,” ujar Montella.