Stagnan, Maurizio Sarri Cemaskan Mental Chelsea Menurun

Airsport.asiaMaurizio Sarri mengeluh setelah Chelsea dipermalukan Everton kala bertandang ke Goodison Park. Pelatih asal Italia itu menyebut ambisi masuk empat besar akan mustahil tercapai jika The Blues tidak berkembang. Untuk kedua kali secara beruntun Chelsea gagal meraih poin penuh di Liga Primer. Setelah ditahan Wolverhampton Wanderers 1-1, klub London Barat itu dipermalukan Everton 0-2. Imbasnya, mereka tetap stagnan di urutan keenam.

Meski menurunkan skuad terbaik, Chelsea gagal mencegah Everton meraih kemenangan lewat gol Richarlison de Andrade (49) dan Gylfi Thor Sigurdsson (72). “Akan mustahil masuk empat besar jika kami tidak bisa berkembang,” ucap Sarri, dilansir Skysport. Meski demikian, Sarri tidak merasa kans Chelsea merebut tiket Liga Champions sudah sepenuhnya tertutup.

Karena, selisihnya dengan Arsenal yang berada di urutan keempat hanya tiga poin. Itu bisa dipangkas karena masih tersisa delapan pertandingan lagi. “Kami hanya perlu memangkas selisih tiga poin. Jadi, itu bukan mustahil dengan delapan laga tersisa. Kami hanya perlu tampil lebih baik lagi selama delapan pertandingan berikutnya. Kami mungkin hanya bermain bagus pada paruh pertama musim. Tapi, ada awal paruh kedua musim, kami seperti berhenti bermain,” tutur Sarri.

Artinya, agar harapan masuk zona Liga Champions tetap terbuka, Sarri harus bisa memperbaiki seluruh kelemahan Chelsea. Jeda internasional bisa dimanfaatkan mantan pelatih Napoli itu untuk menganalisis performa para pemainnya. “Sangat sulit bagi pemain untuk menjelaskan apa yang berubah. Juga sangat sulit bagi saya menjelaskan apa perubahannya. Mungkin karena faktor mental. Saya cukup khawatir dengan kekuatan mental kami,” tandas Sarri.

Sementara bagi Everton, hasil ini menyudahi catatan tidak pernah menang selama dua laga beruntun Liga Primer. Ini juga membuka peluang masuk 10 besar karena kini cuma terpaut satu poin dari Leicester City. Ini juga menjadi kemenangan pertama mereka atas enam tim besar Liga Primer sejak Januari 2017.

“Saya tidak tahu soal ini sebelum pertandingan. Tapi, hal ini tidak boleh terjadi lagi. Karena, ini menunjukkan kami sudah terlalu sering gagal meraih kemenangan saat melawan tim kuat,” ucap Pelatih Everton Marco Silva. Sukses Everton tentu saja melengkapi kebahagiaan warga Merseyside. Pasalnya, beberapa jam sebelumnya Liverpool juga mampu mendulang poin penuh dengan mengalahkan Fulham 2-1 di Craven Cottage.

Gol Sadio Mane (26) dan penalti James Milner (81) berujung tiga kemenangan The Reds di semua kompetisi. Alhasil, Liverpool juga sukses menguasai lagi klasemen sementara dengan 76 poin atau unggul dua poin atas Manchester City.